Thursday, 16 July 2026
BANDUNG, 16 Juli 2026 – Rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pancawaluya 2026 di SMKN 4 Bandung memasuki hari kedua, Kamis (16/7). Setelah sehari sebelumnya dibuka secara resmi melalui apel bendera, agenda hari kedua difokuskan pada penguatan pemahaman peserta didik baru terhadap kultur vokasi, sistem pembelajaran kurikulum, serta pengenalan mendalam terkait konsentrasi keahlian masing-masing.
Kegiatan diawali dengan apel pagi pembiasaan kedisiplinan dan doa bersama di lapangan utama, sebelum siswa diarahkan menuju auditorium dan ruang-ruang kelas sesuai dengan pembagian kelompoknya.
Salah satu materi krusial yang disampaikan pada hari kedua ini adalah penerapan Budaya Kerja Industri, khususnya konsep 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Merawat, Rajin). Sebagai sekolah kejuruan unggulan, SMKN 4 Bandung menekankan pentingnya pembentukan soft skills dan etika kerja sejak hari pertama siswa menginjakkan kaki di sekolah.
Pemateri menekankan bahwa standar kedisiplinan di SMK dirancang untuk menyelaraskan mental siswa dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
"Di SMK, kita tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga siap pakai di industri. Budaya kerja, ketepatan waktu, dan kerapihan adalah harga mati yang menjadi ciri khas seorang Kampiun Opat," ungkap perwakilan tim pembina kesiswaan dalam sesi pematerian.
Di sesi siang, para peserta didik baru diajak untuk mengenal lebih dekat konsentrasi keahlian yang mereka pilih—mulai dari bidang Information Technology, Kelistrikan, Otomatisasi, hingga Industri Kreatif.
Dalam sesi ini, para Kepala Program Keahlian (Kaprog) bersama para guru produktif memberikan pemaparan mengenai:
Prospek Karier & Industri: Gambaran peluang kerja, wirausaha, serta studi lanjut (PTN) bagi setiap jurusan.
Fasilitas Lab & Bengkel: Tata tertib penggunaan perangkat teknologi tinggi dan prosedur keselamatan kerja (K3LH).
Project Based Learning (PjBL): Penjelasan mengenai metode pembelajaran berbasis proyek nyata yang akan siswa jalani.
Melengkapi pembekalan kompetensi teknis, hari kedua MPLS Pancawaluya juga diisi dengan materi Pendidikan Karakter dan Deklarasi Anti-Perundungan (Anti-Bullying). Sekolah menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan saling mendukung bagi seluruh siswa.
Rangkaian kegiatan hari kedua ditutup dengan evaluasi harian dan refleksi bersama para mentor OSIS/MPK. Seluruh peserta didik baru tampak antusias dan siap melanjutkan agenda hari ketiga yang akan diwarnai dengan pengenalan ekstrakurikuler dan demonstrasi bakat siswa.